2.jpg

REDD INDONESIA

Kementerian Kehutanan Luncurkan Pendugaan Biomassa & Perhitungan Emisi Karbon Hutan

Pengukuran diameter setinggi dada (DBH) merupakan salah satu parameter untuk memperkirakan stok karbon. Hutan mangrove dan hutan rawa gambut adalah salah satu ekosistem dengan stok karbon terbesar.

Pengukuran diameter setinggi dada (DBH) merupakan salah satu parameter untuk memperkirakan stok karbon. Hutan mangrove dan hutan rawa gambut adalah salah satu ekosistem dengan stok karbon terbesar.

FORDA (Jakarta,  21/04/2014)_Kementerian Kehutanan meluncurkan hasil kajian pendugaan biomassa dan perhitungan emisi karbon hutan provinsi percontohan REDD+ Kalimantan Tengah sebagai referensi kunci pelaksanaan MRV (Measurement , Reporting and Verification) terkait implementasi REDD+ di Indonesia.  Hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan tersebut terangkum dalam publikasi Pendugaan Biomassa Hutan untuk Perhitungan emisi CO2 di Kalteng: Sebuah Pendekatan Komprehensif dalam Menentukan Karbon; dan Perkiraan Sementara Emisi CO2 di Kalteng.

Selengkapnya...

Berita Kementerian Kehutanan

Data Penggunaan Kawasan Hutan Periode Februari 2014
08 Apr 2014

Data penggunaan Kawasan Hutan Periode Februari 2014: Perkembangan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan u [ ... ]

selengkapnya..
Data dan Informasi Ditjen Planologi Kehutanan 2013
08 Apr 2014

Buku Data dan Informasi Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2013 ini disusun sebagai bentuk implement [ ... ]

selengkapnya..
Buletin Planologi Edisi 11 Vol II Desember 2013
08 Apr 2014

Berangkat dari spirit meningkatkan kualitas pembangunan kehutanan yang semakin focus pada tujuan men [ ... ]

selengkapnya..
Capaian Target B-03 Rencana Aksi Inpres Nomor 6 Tahun 2013
04 Apr 2014

Berikut ini disampaikan perkembangan penyelesaian capaian target B-03 (s.d Maret 2014) pada Direktor [ ... ]

selengkapnya..
Draft Rancangan Revisi Permenhut P.20/2011
04 Apr 2014

Terlampir disampaikan draft revisi Permenhut Nomor P.20/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Pemetaan Kawa [ ... ]

selengkapnya..
 

Berita tentang REDD dan Hutan

  • Kamis, 17 April 2014 TEMPO.CO, Malang – Ancaman bencana alam diprediksi bakal meningkat setiap tahun akibat perubahan iklim secara global. Bencana meliputi bencana geologi, hidrometeorologi, biologi, dan lingkungan. “Sekitar 97 persen merupakan bencana hidrometeorologi seperti puting beliung, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran lahan, dan hutan dan gelombang pasang,” kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),…

  • The Jakarta Post, Jakarta | National | Thu, April 17 2014 Climate change experts have said that stronger law enforcement was needed to prevent future disastrous wildfires in susceptible areas such as the peatlands of Riau, Sumatra. Data from the World Resource Institute (WRI) shows that in Riau there were around 3,101 high confidence fire…

  • April 17, 2014 MONGABAY. Emisi karbon dari operasi penebangan selektif di hutan hujan tropis kira-kira seperenam dibandingkan penebangan yang berasal dari pembukaan hutan langsung, hal ini diungkapkan dalam sebuah studi baru yang mengevaluasi 13 konsesi kehutanan di enam negara. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilimiah Environmental Research Letters oleh para ilmuwan dari Winrock International, menganalisis…

Acara mendatang

 

Ikuti REDD-I:

Download peta geodatabase Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB) Pemanfaatan Hutan Revisi III. PIPIB Rev.3 (47.3 MB); PIPIB Rev.2 (49 MB); PIPIB Rev.1 (71 MB); PIPIB Rev.0 (104 MB). SK Menhut No. 2771/Menhut-VII/IPSDH/2012.

Visualisasi PIPIB Revisi 3 dapat dilihat melalui: www.ukp.go.id/peta-indikatif-penundaan-izin-baru dan webgis.dephut.go.id

http://tanahair.indonesia.go.id


Situs web REDD-Indonesia dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (FORDA) Kementerian Kehutanan Indonesia, dengan bantuan dari berbagai organisasi.
Hasil riset, proyek percontohan, artikel, analisa dan materi lain yang ditampilkan di sini merupakan pendapat kontributor dan tidak selalu mencerminkan pendapat resmi pengelola.