2.jpg

REDD INDONESIA

Mencari 'literatur abu-abu' kontribusi hutan terhadap jasa lingkungan hingga produksi pangan

CIFOR/Kate Evans

CIFOR/Kate Evans

Hutan dan pohon menopang pertanian untuk produksi pangan dalam ruang dan waktu. Sebagian besar sistem produksi pangan skala kecil – yang mencukupi kebutuhan pangan populasi global – berada dalam mosaik tutupan pohon dan pertanian. Pertumbuhan populasi saat ini dan penyesuaian kebutuhan akan kenaikan tren konsumsi tidak hanya menyebabkan budidaya intensifikasi namun juga ekspansi lewat konversi hutan primer untuk konsumsi, pangan dan produksi pakan ternak. Meningkatnya kekhawatiran akan keberlanjutan praktik budidaya modern membutuhkan berpikir ulang bagaimana kita memanfaatkan alam bagi kelangsungan hidup.

Selengkapnya...

Berita Kementerian Kehutanan

Data Penggunaan Kawasan Hutan Periode Februari 2014
08 Apr 2014

Data penggunaan Kawasan Hutan Periode Februari 2014: Perkembangan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan u [ ... ]

selengkapnya..
Data dan Informasi Ditjen Planologi Kehutanan 2013
08 Apr 2014

Buku Data dan Informasi Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2013 ini disusun sebagai bentuk implement [ ... ]

selengkapnya..
Buletin Planologi Edisi 11 Vol II Desember 2013
08 Apr 2014

Berangkat dari spirit meningkatkan kualitas pembangunan kehutanan yang semakin focus pada tujuan men [ ... ]

selengkapnya..
Capaian Target B-03 Rencana Aksi Inpres Nomor 6 Tahun 2013
04 Apr 2014

Berikut ini disampaikan perkembangan penyelesaian capaian target B-03 (s.d Maret 2014) pada Direktor [ ... ]

selengkapnya..
Draft Rancangan Revisi Permenhut P.20/2011
04 Apr 2014

Terlampir disampaikan draft revisi Permenhut Nomor P.20/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Pemetaan Kawa [ ... ]

selengkapnya..
 

Berita tentang REDD dan Hutan

  • The Jakarta Post, Jakarta | National | Thu, April 17 2014 Climate change experts have said that stronger law enforcement was needed to prevent future disastrous wildfires in susceptible areas such as the peatlands of Riau, Sumatra. Data from the World Resource Institute (WRI) shows that in Riau there were around 3,101 high confidence fire…

  • April 17, 2014 MONGABAY. Emisi karbon dari operasi penebangan selektif di hutan hujan tropis kira-kira seperenam dibandingkan penebangan yang berasal dari pembukaan hutan langsung, hal ini diungkapkan dalam sebuah studi baru yang mengevaluasi 13 konsesi kehutanan di enam negara. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilimiah Environmental Research Letters oleh para ilmuwan dari Winrock International, menganalisis…

  • Selasa, 15 April 2014 BERITA SATU. Jakarta – Lembaga Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) mendorong penegakan hukum soal pembalakan liar tidak hanya menyangkut pelaku individu melainkan juga koorporasi. “Dulu saat ada kasus pembalakan liar, kita fokus ke orangnya. Sekarang kita sedang mendorong pedoman untuk menangkap koorporasi yang melakukan pembalakan liar,” ujar Kepala…

 

 

Download peta geodatabase Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB) Pemanfaatan Hutan Revisi III. PIPIB Rev.3 (47.3 MB); PIPIB Rev.2 (49 MB); PIPIB Rev.1 (71 MB); PIPIB Rev.0 (104 MB). SK Menhut No. 2771/Menhut-VII/IPSDH/2012.

Visualisasi PIPIB Revisi 3 dapat dilihat melalui: www.ukp.go.id/peta-indikatif-penundaan-izin-baru dan webgis.dephut.go.id

http://tanahair.indonesia.go.id


Situs web REDD-Indonesia dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (FORDA) Kementerian Kehutanan Indonesia, dengan bantuan dari berbagai organisasi.
Hasil riset, proyek percontohan, artikel, analisa dan materi lain yang ditampilkan di sini merupakan pendapat kontributor dan tidak selalu mencerminkan pendapat resmi pengelola.